:: Seminar Nasional Web 3.0 ::

February 7th, 2010

Seminar Nasional Web 3.0 Semantic Web HTML 5 CSS 3

Jurusan Ilmu Komputer
Fakultas MIPA
Universitas Udayana
Bukit Jimbaran Bali

Computer Science Department
Faculty of Math’s and Natural Sciences
Udayana University
Bukit Jimbaran Bali
INDONESIA

Phone. (0361) 701805
Fax. (0361) 701805

HP. 0361 8587789
081 788 4768

* Email:

web3ods@ilkom.unud.ac.id

* URL :

Click here to visit: http://ilkom.unud.ac.id/web3ods

:: Web 3.0 One Day Seminar (Web3ODS) ::

January 27th, 2010
  • Location:

Inna Sindhu Beach Hotel, Sanur Bali Indonesia

  • Start:

Jumat, 12 Februari 2010

  • Official Committee :

Jurusan Ilmu Komputer
Fakultas MIPA
Universitas Udayana
Bukit Jimbaran Bali

Computer Science Department
Faculty of Math’s and Natural Sciences
Udayana University
Bukit Jimbaran Bali
INDONESIA

Phone. (0361) 701805
Fax. (0361) 701805

HP. 0361 8587789
081 788 4768

  • Email:

web3ods@ilkom.unud.ac.id

  • URL :

Click here to visit: http://ilkom.unud.ac.id/web3ods

:: 20 Cara Menghargai Tubuh Sendiri – Kompas ::

January 4th, 2010

(taken from Kompas – Sabtu, 2 Januari edisi online)

KOMPAS.com
– Apakah Anda cukup puas dengan tubuh sendiri? Bila kurang puas, ikuti saran dari Margo Maine, Ph.D berikut ini:

  1. Tubuh Anda adalah ciptaan Tuhan yang luar biasa, mulailah untuk menghargainya.
  2. Buat daftar yang mencantumkan hal-hal yang dapat dilakukan tubuh Anda. Baca dan tambah terus daftar itu.
  3. Sadari apa yang bisa dilakukan tubuh Anda setiap hari. Ingatlah bahwa tubuh adalah instrumen kehidupan, bukan sekadar hiasan
  4. Buatlah daftar orang-orang yang Anda kagumi: orang yang banyak menyumbang hal positif dalam hidup Anda, di masyarakat dan di dunia. Perhatikan apakah penampilan fisik mereka tampak penting dalam menunjang kesuksesan dan pencapaiannya.
  5. Berjalanlah dengan kepala diangkat, didukung rasa percaya diri.
  6. Jangan biarkan berat badan atau postur tubuh menghalangi Anda menikmati kegiatan yang disukai.
  7. Pakailah baju yang nyaman, disukai dan terasa enak di tubuh.
  8. Hitung berkat yang Anda terima, bukan kemalangan-kemalangan.
  9. Pikirkan hal-hal lain yang bisa dicapai dengan waktu dan energi yang dihabiskan untuk mengkhawatirkan badan dan penampilan.
  10. Jadilah sahabat serta pendukung, bukan musuh bagi tubuh sendiri.
  11. Pikirkan bahwa kulit Anda beregenerasi setiap bulan, perut setiap lima hari, liver setiap 6 minggu dan tulang setiap tiga bulan.
  12. Setiap bangun tidur di pagi hari jangan lupa berterimakasih atas istirahat untuk tubuh sehingga tubuh terasa segar.
  13. Setiap malam saat akan tidur jangan lupa berkata kepada tubuh Anda betapa berharganya tubuh, sehingga membantu melaksanakan tugas sehari-hari.
  14. Temukan metode latihan olahraga yang Anda nikmati dan lakukan secara teratur. Tapi jangan berolahraga untuk menurunkan berat badan atau melawan tubuh sendiri. Lakukan olahraga untuk kesehatan dan kekuatan tubuh, karena membuat Anda nyaman.
  15. Ingat kembali saat Anda merasa nyaman dengan tubuh Anda. Katakan pada diri sendiri Anda dapat merasa seperti itu lagi, bahkan pada usia yang tidak muda lagi.
  16. Buatlah daftar 10 hal positif tentang diri sendiri tanpa menyebut penampilan fisik.
  17. Buat tulisan dan tempel di kaca rias: saya tampil menarik dari dalam dan luar.
  18. Cari hal-hal indah yang ada di dunia dan pada diri Anda sendiri.
  19. Mulailah berkata pada diri sendiri: hidup itu terlalu singkat untuk menghabiskan waktu membenci tubuh sendiri.
  20. Makanlah ketika lapar dan istirahat ketika lelah. Carilah teman-teman yang bisa mengingatkan akan kecantikan luar dan dalam yang ada pada diri Anda. @diy

Berapa cara yang telah anda lakukan untuk alternatif cara di atas? Semakin banyak, saya rasa semakin bagus.

NB: Tulisan ini dibuat hanya untuk dokumentasi pribadi. Tidak bermaksud memihak atau menjatuhkan salah satu pihak.

:: Ujian PKL tahap I tahun 2009 PS. Teknik Informatika Ilmu Komputer Universitas Udayana ::

December 28th, 2009

Hari Senin, tanggal 28 Desember 2009, Komisi PKL Program Studi Teknik Informatika Jurusan Ilmu Komputer Fakultas MIPA Universitas Udayana melaksanakan Ujian PKL tahap I tahun 2009. Akan berlangsung selama 3 hari.
Untuk jadwal dapat dilihat di papan pengumuman.

Tabik,
Ari Mogi

NB: just for self documentation.

:: denn mein Vater – for my Father ::

December 9th, 2009

Bagi seseorang yang beranjak dewasa, yang sedang jauh dari orang tua, akan sering merasa rindu ibunya.
Bagaimana dengan ayah?

Mungkin karena ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaan setiap hari. Tapi tahukah kamu, jika ternyata ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponmu?

Saat kecil, ibulah yang lebih sering mendongeng. Tapi tahukah kamu bahwa sepulang ayah bekerja dengan wajah lelah beliau selalu menanyakan apa yang kamu lakukan seharian.

Saat kamu sakit batuk/pilek, ayah kadang membentak “sudah dibilang! jangan minum es!”. Tapi tahukah kamu bahwa ayah khawatir?

Ketika kamu remaja, kamu menuntut untuk dapat ijin keluar malam. Ayah dengan tegas berkata “tidak boleh!” Sadarkah kamu bahwa ayah hanya ingin menjagamu? Karena bagi ayah, kamu adalah seseorang yang sangat berharga, melebihi apa pun.

Saat kamu bisa lebih dipercaya, ayahpun melonggarkan peraturannya. Kamu tetap akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan ayah adalah menunggu semalaman di ruang tamu dengan sangat khawatir, tak terpikirkan baginya untuk tidur sedetik pun.

Ketika kamu dewasa,dan harus kuliah di kota lain. Ayah harus melepasmu. Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu? Dan ayah sangat ingin menangis.

Di saat kamu memerlukan ini-itu, untuk keperluan kuliahmu, ayah hanya mengernyitkan dahi. Tapi tanpa menolak, beliau memenuhinya.

Saat kamu wisuda. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukmu. Ayah akan tersenyum dan bangga. Sampai ketika teman pasanganmu datang untuk meminta izin mengambilmu dari ayah.

Ayah akan sangat berhati-hati dalam memberi izin. Dan akhirnya, saat ayah melihatmu duduk di pelaminan bersama seseorang yang dianggapnya pantas, matanya berkaca-kaca menahan haru, dan ia pun tersenyum bahagia.

Apa kamu tahu, bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis? ayah menangis karena ayah sangat bahagia. Dan ia pun berdoa “Ya Tuhan, tugasku telah selesai dengan baik. Bahagiakan. Putra/putri kecilku yang manis bersama pasangannya.”

Setelah itu ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk dengan rambut yang memutih dan badan yang tak lagi kuat untuk menjagamu.

Selama hidupnya, ayah hanya memikirkan kebahagiaan kita sebagai anaknya, namun apakah kita pernah memikirkan kebahagiaan ayah kita?

Teruntuk,

Ayahku.
Pahlawanku.
Panutanku.

[disadur dari berbagai sumber - Ari Mogi - http://blog.cybermogi.net]