:: Pelatihan Olimpiade Sains Nasional 2008 ::
July 25th, 2008hehehehehehehehe…. jadi pembina olimpiade, asik-asik…
hehehehehehehehe…. jadi pembina olimpiade, asik-asik…
I’m hungry
hungry for your love…
miss you honey…
dari sini aku ambil :
http://safitri1404.wordpress.com/2007/08/29/memiliki-kehilangan/
~Memiliki Kehilangan by Letto~
Tak mampu melepasnya
Walau sudah tak ada
Hatimu tetap merasa masih memilikinya
Rasa kehilangan hanya akan ada
Jika kau pernah memilikinya
Pernahkah kau mengira kalau dia kan sirna
Walau kau tak percaya dengan sepenuh jiwa
Rasa kehilangan hanya akan ada
Jika kau pernah memilikinya
~the end~
=============
Hmmm, lagu ini melow banget, kemaren (tgl: 9 Juli 2008), aku dengerin lagu ini sampe sekarang, hampir 28 jam non-stop… sampe aku hapal liriknya, hehehehe… yah… semua cobaan ini harus dihadapi… Tuhan pasti memiliki jalan buat aku sampai harus ngalamin yang seperti ini, hehehehe… memang berat rasanya… gak tau harus berbuat apalagi… tapi, aku bisa ngambil pelajaran dari kejadian-kejadian ini, hidup manusia memang tidak memiliki apa-apa kecuali dosa dan pahala yang harus dibawa nanti ke akherat. yah… manusia itu sangat miskin, tapi Tuhan yang Maha Pemurah telah memberikan manusia berbagai hal, sebuah otak yang sangat brilian untuk memilah dan memilih benar dan salah, sepasang mata untuk melihat dunia yang begitu indah ini, sebuah hidung untuk menikmati harumnya kehidupan, mulut untuk berbicara dan lidah untuk mengecap asin, manis, asam, pahit dan kecapan kehidupan, sepasang telinga untuk dapat mendengarkan dari kiri maupun kanan, bukan hanya melewatkan perkataan kawan-kawan, hehehehehe… sepasang tangan untuk saling membantu menyelesaikan sesuatu pekerjaan, sepasang kaki untuk berkeliling menikmati keindahan dunia, sebuah jantung dan sebuah hati untuk menghadapi hidup yang bergelombang ini, jadi inget iklan “life’s never flat“, hehehehe… tapi semua itu cuma raga kasar yang juga harus ditinggalkan ketika ajal menjemput. hanya amal budi baik dan dosa keburukan sikap kitalah yang kita bawa nanti ketika menghadap Sang Pencipta, Tuhan yang Maha Esa. Jadi apapun yang kita miliki sekarang harus kita ikhlaskan untuk hilang pada suatu saat… begitu juga dengan seseorang yang kita cintai dengan sangat, suatu saat, pasti akan pergi meninggalkan kita… tapi kita harus bisa merelakan kepergiannya namun harus tetap berusaha untuk memperjuangkannya kembali…
yah… selama aku masih bernapas, selama jantungku masih berdenyut, aku akan merebut kembali apa yang telah direnggut dariku…
PIRATE’s SPIRIT… Yohoho…Yohoho…
Sumber :
http://popsy…../pria-lebih-menderita-karena-putus-cinta/
Hubungan cinta tidak selamanya berjalan mulus. Ada yang sukses hingga ke jenjang pernikahan dan kemudian membuahkan anak. Namun lebih banyak hubungan cinta yang berakhir prematur dengan kedua pihak kembali menjalankan kehidupan lajangnya masing-masing. Ada yang berakhir baik-baik dengan keduanya saling mengucapkan terima kasih dan masih menjadi teman dekat. Ada pula yang berakhir tidak baik dengan keduanya saling mengucapkan sumpah serapah dan berurai air mata. Bagaimanapun juga, hubungan cinta yang kandas pasti sedikit banyak menimbulkan penderitaan bagi pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Pihak mana sebenarnya yang paling menderita akibat putus cinta?
Prialah yang sebenarnya paling menderita, menurut David Zinczenko, kolumnis majalah Men’s Health. Ia menolak anggapan umum bahwa pria lebih tegar daripada wanita dalam menghadapi putusnya hubungan percintaan. Apa saja alasannya?
Pria Menyembunyikan Perasaannya. Ketika seorang pria diputuskan oleh pasangannya, biasanya ia akan sesumbar: Biar saja, life still goes on. Caranya? 26% pria yang mengisi survei online Men’s Health melakukannya dengan minum-minum bersama teman-temannya. 36% pria akan menatap mantan pacarnya, tersenyum, dan mengucapkan terimakasih. Faktanya, kedua hal tersebut dilakukan pria untuk menutup-nutupi perasaannya. Ini adalah reaksi yang alamiah; gender pria dikondisikan masyarakat untuk tidak gampang menunjukkan perasaan, apalagi perasaan yang membuatnya terlihat lebih lemah. Namun represi ini juga berakibat sulitnya menghilangkan perasaan terluka, marah, atau sedih dari dirinya. Sebaliknya, wanita yang putus cinta biasanya langsung menangis (atau mengekspresikan emosinya) saat itu juga, dan wanita juga cenderung lebih to-the-point ketika mengakhiri hubungan cinta. Akhirnya mereka akan lebih cepat menghilangkan perasaan-perasaan negatif itu dibandingkan pria.
Pria Punya Lebih Sedikit Teman Curhat. Salah satu alasan mengapa wanita lebih cepat pulih dari penderitaan pasca putus cinta daripada pria adalah karena wanita memiliki lebih banyak teman yang bisa diandalkan untuk bercerita. Penelitian menunjukkan bahwa pria mengandalkan hubungan cinta untuk mendapatkan kedekatan emosional dan dukungan sosial, sementara wanita bisa mendapatkan hal yang sama dengan keluarga dan teman sesama wanita. Begitu wanita mengalami putus cinta, ia akan bercerita kepada siapa saja, kalau perlu kepada orang yang tidak dikenal yang duduk di sebelahnya di bis umum, agar perasaannya bisa lebih enak. Pria, di sisi lain, cenderung lebih enggan membuka diri untuk soal ini. Mungkin baru beberapa bulan kemudian, ketika dalam keadaan setengah teler, baru ia berani bercerita kepada teman-teman prianya mengenai betapa inginnya ia kembali lagi dengan si mantan.
Pria Tidak Suka Memulai Dari Awal Lagi. Setelah putus cinta, pada awalnya pria mungkin akan merasa semangat membayangkan wanita-wanita yang akan ia kencani di masa depan. Namun setelah kencan yang keempat, kesembilan, atau ketigabelas kalinya, barulah ia sadar kalau dibutuhkan usaha keras dan waktu yang panjang untuk sampai pada tingkat keintiman yang pernah ia alami bersama mantannya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih mampu menyesuaikan diri ketika hubungan berakhir karena sebelumnya mereka sudah memikirkan adanya kemungkinan itu, sementara pria biasanya lebih tidak siap dengan putus cinta. Perasaan nyaman secara emosional membuat pria merasa beruntung bisa memiliki seseorang seperti dia. Sayangnya, hal ini seringkali baru disadari ketika si dia sudah berubah status menjadi mantan pacar.
Gambaran Pacaran Pria Yang (Terlalu) Ideal. Banyak kasus putus cinta merupakan reaksi sesaat atas apa yang dirasa sebagai kebosanan; bosan dengan aktivitas, pembicaraan, dan pertengkaran yang itu-itu saja. Kalau kembali melajang, pria mungkin merasa ia akan menjalani hidup yang lebih menarik; tanpa komitmen, bebas pergi ke mana saja, dan bebas bergaul dengan wanita-wanita yang bisa dijadikan pacar baru. Barulah ketika benar-benar melajang ia sadar bahwa hidupnya tidak menjadi seperti itu, bahkan sekarang waktunya tersita oleh pekerjaan. Ia pun kembali merindukan keintiman yang dia alami pada masa pacaran dulu. Penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih tinggi skornya daripada pria dalam hal keintiman sosial, seksual, dan intelektual. Dan biasanya wanita juga lebih cepat menyadari bahwa keintiman adalah dasar dari hubungan yang tahan lama, dan bukannya sekedar variasi aktivitas.
Menurut Zinczenko pula, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria lebih rentan mengalami stres, depresi, dan kecemasan ketika putus cinta dibandingkan dengan wanita. Itu menurut dia. Bagaimana pendapat anda? Apakah anda memiliki pengalaman yang membenarkan atau menyangkal pendapat ini?
Sumber:
Who handles Break-Ups Better?
pernah ada seorang kawan yang bercerita ketika dia patah hati,
“ingat ini kawan, sudah tugas seorang pria sejati untuk memaafkan kebodohan wanita”
saat itu dia sedang diputuskan oleh pacarnya, karena alasan sayang dengan pria lain…
dia tetap tegar menghadapi hidup ini, saya salut akan hal itu…
kalau mungkin sang pacar tahu, dia adalah kekasih terakhirnya…
sebelum beberapa bulan kemudian dia berpulang karena menderita tumor getah bening…
pesan terakhirnya: “relakan dia bahagia… mungkin kami sekarang tidak bisa bersama, tapi aku akan menunggunya di alam sana…”, kemudian dia tersenyum dan menghembuskan napas terakhirnya…
*kisah ini kisah nyata… ini saya tulis untuk mengenang cinta sejatinya…*
NB: versi bahasa inggrisnya, “A Men indeed is A Man that’s always forgive Women’s Lies”
Ini adalah lelucon ringan yang saya dapat dari sebuah situs pertemanan. Situs pertemanan? iya, saya masih sering membuak situs ini, hanya sebagai media iklan, hehehehehe… biasa, untuk promosi situs ini tergolong efektif dan efisien, terimakasih situs pertemanan.
Begini kisahnya :
Ada seorang bapak asal Aceh dari kabupaten Pidie, menulis surat ke anaknya yang ada dipenjara Nusa Kambangan karena dituduh terlibat GAM (Gerakan Aceh Merdeka).
Bunyi surat tersebut…
Pemilihan Kepala Daerah tingkat Propinsi Bali yang akan diadakan pada tanggal 9 Juli 2008 nanti, dipastikan berlangsung dengan ketat. Dari sekian banyak pasangan bakal calon, akhirnya terpilih tiga pasangan yang lolos babak kualifikasi, hehehehe… mirip piala Euro aja… yaitu pasangan pertama Winasa dan Alit Putra yang dijagokan oleh Partai Demokrat, yang kedua Cok Budi Suryawan dan Nyoman Gede Suweta yang dijagokan oleh Partai Golkar, dan pasangan ketiga adalah Mangku Pastika dan Puspayoga yang dijagokan oleh PDI Perjuangan.
“Bodoh kamu…!”- Mungkin kita hanya tersenyum ketika mendengar seseorang berteriak demikian kepada orang lain, atau mungkin kita tersenyum kecut ketika seseorang meneriaki kita demikian, bisa juga kita langsung marah-marah kepada orang yang berteriak demikian. Namun, sejujurnya, apakah kita tahu arti ‘bodoh’ atau ‘kebodohan’ itu sendiri? Apakah kita sudah dapat memaknai bodoh atau kebodohan itu sendiri?
Semester Pendek, a.k.a SP (baca : eS-Pe), adalah semester yang dikompres sedemikian hingga menggunakan algoritma kompresi standar, seperti Lempel-Ziv sehingga kuliah yang biasa diselenggarakan dalam waktu 4-6 bulan dapat ditempuh hanya dalam waktu 1-2 bulan. (Kamus Mogi, 2008)
jadi, hehehehehe… liburan ini, jadi saya kedapatan mengajar SP alias semester pendek. Jadi, seperti yang saya sebutkan di atas, semester pendek adalah perkuliahan yang ssangatt ssingkatt, jadi, lebih singkat dari semester genap.
I will never be afraid again.
I will keep on fighting ’till the end.
I can water walk on water, I can fly.
I will keep on fighting ’till I die
- Basshunter -
buat cayankku, Ni Mas Ayu Gandasari a.k.a Yoex_Geg, terima kasih ya cayank… bli buktiin cayank gak salah milih bli…
jadi, hehehehehe… ini adalah ancaman dari dosen, kenapa begitu? ya jelaslah… dosen itu harus tegas, kemudian juga harus berani mengambil keputusan yang tepat dalam waktu singkat…
jadi, akhirnya, kemarin waktu demo program hasil, ada 6 orang yang tidak ikut, mereka beramai-ramai mendatangi saya…
jadi, saya lalu bersikap bijaksana, soalnya kalo demo sore itu, perut saya sudah keroncongan, sudah gak kuat lagi melayani mereka,
jadi, saya putuskan, mereka harus menjelaskan tentang journaling file system,
jadi, akhirnya mereka setuju, dan harus dikumpul hari ini,
jadi, saya akhirnya mendapat tugas tambahan untuk memeriksa hasil tugas mereka,
jadi, saya lembur 1 jam untuk membaca 6 makalah, kalo gak dibaca kan sayang, ilmu baru, hehehehe…
jadi begitu deh, tapi mereka dapat nilai dikurangi 5 poin, karena mereka membuat saya kerja tambahan, hehehehe, jadi? sampai di sini ceritanya… jadi, ada lucunya juga, mereka mencari di internet menggunakan kata kunci yang aneh-aneh, seperti ini contohnya : Jurnal link file system, jurnaling fs, jurnal file sistem, dan sebagainya… jadi, hehehehehe… gak papa kok, mereka sudah berusaha, setidaknya membaca dari internet walaupun hasilnya nyaris seperti yang diharapkan…
jadi?
tabik…
ini linknya: http://feeds.feedburner.com/MogiOnBlogmood2
ada yang mau nge-link? silahkan…