:: denn mein Vater – for my Father ::

December 9th, 2009

Bagi seseorang yang beranjak dewasa, yang sedang jauh dari orang tua, akan sering merasa rindu ibunya.
Bagaimana dengan ayah?

Mungkin karena ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaan setiap hari. Tapi tahukah kamu, jika ternyata ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponmu?

Saat kecil, ibulah yang lebih sering mendongeng. Tapi tahukah kamu bahwa sepulang ayah bekerja dengan wajah lelah beliau selalu menanyakan apa yang kamu lakukan seharian.

Saat kamu sakit batuk/pilek, ayah kadang membentak “sudah dibilang! jangan minum es!”. Tapi tahukah kamu bahwa ayah khawatir?

Ketika kamu remaja, kamu menuntut untuk dapat ijin keluar malam. Ayah dengan tegas berkata “tidak boleh!” Sadarkah kamu bahwa ayah hanya ingin menjagamu? Karena bagi ayah, kamu adalah seseorang yang sangat berharga, melebihi apa pun.

Saat kamu bisa lebih dipercaya, ayahpun melonggarkan peraturannya. Kamu tetap akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan ayah adalah menunggu semalaman di ruang tamu dengan sangat khawatir, tak terpikirkan baginya untuk tidur sedetik pun.

Ketika kamu dewasa,dan harus kuliah di kota lain. Ayah harus melepasmu. Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu? Dan ayah sangat ingin menangis.

Di saat kamu memerlukan ini-itu, untuk keperluan kuliahmu, ayah hanya mengernyitkan dahi. Tapi tanpa menolak, beliau memenuhinya.

Saat kamu wisuda. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukmu. Ayah akan tersenyum dan bangga. Sampai ketika teman pasanganmu datang untuk meminta izin mengambilmu dari ayah.

Ayah akan sangat berhati-hati dalam memberi izin. Dan akhirnya, saat ayah melihatmu duduk di pelaminan bersama seseorang yang dianggapnya pantas, matanya berkaca-kaca menahan haru, dan ia pun tersenyum bahagia.

Apa kamu tahu, bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis? ayah menangis karena ayah sangat bahagia. Dan ia pun berdoa “Ya Tuhan, tugasku telah selesai dengan baik. Bahagiakan. Putra/putri kecilku yang manis bersama pasangannya.”

Setelah itu ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk dengan rambut yang memutih dan badan yang tak lagi kuat untuk menjagamu.

Selama hidupnya, ayah hanya memikirkan kebahagiaan kita sebagai anaknya, namun apakah kita pernah memikirkan kebahagiaan ayah kita?

Teruntuk,

Ayahku.
Pahlawanku.
Panutanku.

[disadur dari berbagai sumber - Ari Mogi - http://blog.cybermogi.net]

:: Tentang Cinta ::

December 2nd, 2009

Just wanna share…

Di hadapan orang yang kau cintai,
musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah.
Di hadapan orang yang kau sukai,
musim dingin tetap saja musim dingin, hanya suasananya lebih indah sedikit.

Di hadapan orang yang kau cintai,
jantungmu tiba-tiba berdetak lebih cepat.
Di hadapan orang yang kau sukai,
kau hanya merasa senang dan gembira saja.

Apabila engkau melihat mata orang yang kau cintai,
matamu berkaca-kaca.
Apabila engkau melihat mata orang yang kau sukai,
engkau hanya tersenyum saja.

Di hadapan orang yang kau cintai,
kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam.
Di hadapan orang yang kau sukai,
kata-kata hanya keluar dari pikiran saja.

Jika orang yang kau cintai menangis,
engkau pun akan ikut menangis di sisinya
Jika orang yang kau sukai menangis,
engkau hanya menghibur saja.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata sedangkan rasa suka dimulai dari telinga,
jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga.
Tapi kau tak bisa menutup matamu sebab apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai,
cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal di hatimu dalam jarak waktu
yang cukup lama.

Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta, ada perasaan yang lebih mendalam,
yaitu rasa sayang, rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta, rasa yang tidak mudah berubah.
Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk orang yang kamu sayangi.
Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.
Cinta ingin memiliki, tetapi sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia.
walaupun akhirnya harus kehilangan.

Untuk semua orang yang memiliki cinta…

[diambil dari berbagai sumber di Internet]
[Ari Mogi - http://www.cybermogi.net]

Diagnose and Protect Your iPhone from Worms

November 25th, 2009

Ikee - diagnose and protect your iphone from wormsThere’s been a lot of talk about malicious software on jailbroken iPhones lately, but if you haven’t been paying close attention, tech site Network World has a breakdown of the worms running wild and how to eradicate them from your device.

As of right now, there are a total of three known iPhone worms, some more harmful than others. You’re only vulnerable if you’ve jailbroken your iPhone and enabled SSH without changing the default password, though, so if you’re still running on factory settings, fear not. If you do fall into the jailbreaker crowd, though, read on to make sure you’re not infected, and then scroll to the bottom for steps on how to re-secure your device.

The first worm is the Ikee worm, which merely changes your wallpaper to a picture of Rick Astley (of Rickroll-meme fame). If you’re familiar with Rickrolling, you may proceed to feel embarrassed. It’s pretty easy to tell if you have this worm, unless your wallpaper was already a picture of Rick Astley, in which case check the top of the wallpaper, which, if installed by the worm, says “Ikee is never going to give you up.”

The other two worms (the first called iPhone/Privacy.A and the second being unnamed at the moment) are more dangerous, as they collect personal information from your iPhone. If you have the second, unnamed worm, it will direct Dutch bank customers to a fake phishing site in hopes of collecting your bank information. An infection of the unnamed worm exhibits low battery life as a symptom, as it’s running a background process to spread itself to other iPhones via WiFi. It also changes your default SSH password to keep you from easily deleting it.

The iPhone/Privacy.A worm is harder to detect, as it doesn’t leave anything on the iPhone itself—it uses computers to steal information from iPhones connected to nearby wireless networks. You should, however, have no problem identifying if it’s made its way to your computer as long as you have antivirus software (and yes, you’re vulnerable even if you’re running OS X or Linux, so pick up some antivirus software to make sure you aren’t spreading this stuff around!).

If you think you may be infected, hit the link to get directions on how to remove them from your device. Also, whether you have a worm or not, make sure you protect yourself by changing your iPhone’s default root password. It also might be a good idea to install SBSettings from Cydia so you can turn SSH off when you don’t need it—no sense in having your iPhone more vulnerable than it needs to be.

De-Worm Your iPhone [Network World]
Send an email to Whitson Gordon, the author of this post, at whitson@lifehacker.com.

:: Lagu sejenak – dari Sujiwo Tedjo ::

November 18th, 2009

Lagu ini sudah cukup lama, tapi gara-gara seorang kawan yang bernama Sri, jadi tergugah untuk mencari lebih lanjut tentang lagu ini, ternyata yang menggubah lagu ini adalah Sujiwo Tedjo. Menakjubkan…
Silahkan dinikmati (hanya liriknya) saja…

Song : “Minggat”
Artist : “Sujiwo Tedjo”

Sri
Kapan Kowe Bali
Kowe Lungo Ora Pamit Aku
Jarene Neng Pasar Pamit Tuku Trasi
Nganti Saiki Kowe Ora Bali

Sri
Opo Kowe Lali
Janjine Sehidup Semati
aku Ora Nyono Kowe Arep Lungo
Loro Atiku Atiku Loro

Ndang Balio Sri
Ndang Balio
aku Loro Mikir Kowe Ono Ngendi
Tego Temen Kowe Minggat Niggal Aku

Yen Pancene Sri
Kowe Eleng Aku
Ndang Balio aku Kangen Setengah Mati

Sri
Kapan Kowe Bali
Kowe Lungo Ora Pamit Aku
Jarene Neng Pasar Pamit Tuku Trasi
Nganti Saiki Kowe Ora Bali

Ndang Balio Sri
Ndang Balio
aku Loro Mikir Kowe Ono Ngendi
Tego Temen Kowe Minggat Niggal Aku
=============================

Ari Mogi
http://www.cybermogi.net

:: Play Nethack ::

November 13th, 2009

By Francisco Rangel
(To the tune of Paint It Black by The Rolling Stones)

I see a red D and I want to play nethack
Go down to Gehennom and bring the trinket back
I see the grid bugs bite, the Kop runs with a hose
I light my magic lamp and so the darkness goes

Drop stuff on altars but they’re cursed so they glow black
I stash my scrolls and potions in an oilskin sack
I see corpses all around, I’ll eat them right away
Hope I get intrinsics, hope my god will let me pray

Sit on a throne and get to genocide some L’s
The Oracle will speak, and the shopkeeper sells
Get a prize from Sokoban and then on to clear the quest
Kill Medusa, find the castle, open up that chest

The Valley of the Dead, and David’s Treasure Zoo
I’ll visit Vlad and get the Candelabrum too
If I look hard enough for the vibrating square
I’ll kill the wizard, get the Book, and I’ll be there

I’ll get the amulet and make a run for it
With demons on my tail, I hope I don’t get hit
Go through the planes and reach the altars at the end
I’ll sacrifice the amulet and I’ll ascend

I wanna beat this game, it’s so hard, cannot save, can’t restart
I’ll go to Gehennom, with my pet by my side
Don’t eat the food that’s tainted, tainted, tainted, or you’ll die, yeah!