Posts Tagged ‘Renungan’

:: Jenius? ::

Friday, August 13th, 2010

Jenius adalah 1% inspirasi. Dan 99% kerja keras.

(Thomas A. Edison, Pencipta dan pendiri Edison Electric Light Company)

CATATAN: Walaupun Edison dikenal dengan banyak ciptaannya, kontribusi terbesarnya adalah stasiun pembangkit listrik pertama. Sukses yang luar biasa itu membuatnya mendirikan Edison Electric Light Company yang kemudian hari bergabung dengan General Electric Company.

:: Tentang lagu Agnes Monica – Karena Kusanggup ::

Thursday, August 12th, 2010

Tentang lagu Agnes Monica yang berjudul Karena Kusanggup, ternyata lumayan menghibur, tapi yang aku alami adalah

“Karena kusanggup tapi kau tak mau…“.

Hahahahaha… lucu deh… Hidup memang penuh perjuangan, tapi hidup juga anugerah Tuhan, dan harus dinikmati.

Mungkin bagiku, menjalani hidup ini seperti perjalanan mendaki gunung, penuh tanjakan, kadang harus menuruni lembah dan mengatur kecepatan, agar tidak kehabisan tenaga, tapi di puncak akan didapatkan pemandangan yang luar biasa, yang dapat kita nikmati sejenak.

Tapi kita tidak boleh terlena, dan harus melanjutkan perjuangan untuk kembali lagi, kadang melewati jalan yang sama, tapi kadang melewati jalan yang berbeda, dan pastinya jalan itu menanjak, menurun dan tetap harus mengatur kecepatan agar tidak kehabisan tenaga.

[BJ Building]
[http://blog.cybermogi.net]

:: Anger Management ::

Wednesday, August 11th, 2010

Dahulu ada seorang anak yang suka marah-marah dalam arti kata tak pandai mengendalikan emosi. Pokoknya MARAH itulah kamus sehari-harinya, padahal orangtuanya adalah orang yg bijaksana & penyabar.

Suatu hari oleh Bapaknya yang sangat bijak itu, anak tersebut dinasehati dan disarankan setiap kali anak tersebut marah, agar memakukan sebuah paku di pagar halaman rumahnya.

Dalam sehari banyak sekali paku nempel di pagar rumahnya. Hingga dalam sebulan sudah banyak sekali paku paku tersebut nempel di situ.

Anaknya berkata kepada ayahnya, “Pak, saya sudah mengerjakannya dengan baik”.
Ayahnya kembali berkata, “Wahai anakku, mulai saat ini. Jika kamu bisa menahan amarahmu maka cabutlah satu paku di pagar tersebut”.

Hari berganti hari, ternyata anak itu merasa lebih gampang menahan amarahnya daripada memaku di pagar rumahnya. Lama-lama paku tersebut mulai berkurang dan berkurang terus sampai paku tersebut hilang sama sekali.
Dan anak itupun berkata, “Pak ternyata saya sudah bisa menahan amarah saya”.
Sang bapak pun berkata, “Wahai anakku memang kamu sudah bisa menahan amarahmu, tapi lihatlah kayu-kayu itu berlubang akibat paku tersebut. Demikian juga manusia yang pernah tersinggung dan terluka disaat menerima amarahmu, takkan hilang begitu saja kan? Nah mulai saat ini berhati-hatilah bicara… anakku…”

Jangan pernah putus asa dan menyerah. Karena apabila anda tidak pernah menyerah, berarti anda tidak pernah kalah. (Ted Turner, pendiri Turner Broadcasting System).

CATATAN: Ted Turner memulai membangun istananya dari bisnis papan reklame. Dia menggunakannya untuk membeli stasiun TV yang sedang menurun dan mengubahnya menjadi sangat sukses. Hasilnya dia belikan Atlanta Braves, memulai CNN dan mengambil alih MGM.

NB:
Kisah ini bisa anda terapkan dalam hidup anda paling tidak sedikit membantu anda dalam mengendalikan emosi. Jika anda merasakan hikmahnya beritahukan kepada yang lain. Beritahukan pada yang lain itulah inti sebuah ajaran. Kalau sekiranya selama ini saya pernah marah kepada anda, mohon dimaafkan, karena saya juga sedang belajar bagaimana menahan emosi dan membuang jauh rasa marah.

:: tentang Kasus Ariel Peter Pan, Luna Maya dan Cut Tari ::

Saturday, July 3rd, 2010

Pendapat saya mengenai kasus ini adalah:

  1. Mereka juga manusia, setiap manusia mempunyai hak asasi. Jangan pernah menganggap mereka kurang atau lebih dari itu, bijaksanalah.
  2. Mereka juga manusia, setiap manusia pernah melakukan atau mempunyai kesalahan, besar kecilnya kesalahan yang diperbuat itu Tuhanlah yang berhak menentukan.
  3. Mereka juga manusia, setiap manusia pernah melakukan atau mempunyai kesalahan, jika kesalahan tersebut telah menyebabkan kerugian di pihak lain, maka hukumlah yang harus ditegakkan.
  4. Mereka juga manusia, setiap manusia pernah melakukan atau mempunyai kesalahan, jangan mengganggap diri sendiri yang paling benar atau tidak pernah melakukan perihal dan perilaku demikian.
  5. Mereka juga manusia, yang kadang kala tidak dapat menahan emosi jika berada dalam kondisi yang tidak prima, jadi jangan paksa-paksa mereka untuk melayani anda.
  6. Mereka juga manusia, kejadian atas perbuatan yang mungkin mereka lakukan itu hanyalah sebagian kecil dari permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi di dalam masyarakat kita (Indonesia), jadi sadarlah, taruhlah porsi yang sesuai untuk permasalahan ini, jangan berlebihan (jangan lebay!!!-kata bahasa gaul).
  7. Mereka juga manusia, sadarlah akan hal itu!

Tulisan ini diketik karena jenuhnya pikiran saya atas kejadian ini, padahal terdapat banyak pembahasan yang lebih penting yang menyangkut negara dan bangsa ini yang akhirnya tidak kita perhatikan karena porsi perhatian kita yang berlebihan terhadap kasus ini.

(July 3rd, 2010, at Anom’s House in Central Balinize Headquarter)

:: Renungan Sejenak – 3 Pintu Kebijaksanaan ::

Thursday, May 27th, 2010

Seorang Raja, mempunyai anak tunggal yg pemberani, terampil dan pintar. Untuk menyempurnakan pengetahuannya, ia mengirimnya kepada seorang pertapa bijaksana.

“Berikanlah pencerahan padaku tentang Jalan Hidupku.” Sang Pangeran meminta.

“Kata-kataku akan memudar laksana jejak kakimu di atas pasir”, ujar Pertapa.
(more…)