<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>:: Cybermogi on BlogMood 3 :: &#187; semangat</title>
	<atom:link href="http://blog.cybermogi.com/tag/semangat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.cybermogi.com</link>
	<description>Long time no &#039;see&#039;</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 04:49:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>:: Batu dan pekerjaan ::</title>
		<link>http://blog.cybermogi.com/2011/12/batu-dan-pekerjaan/</link>
		<comments>http://blog.cybermogi.com/2011/12/batu-dan-pekerjaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 00:08:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arimogi</dc:creator>
				<category><![CDATA[About me]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.cybermogi.com/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[Apa hubungan batu besar dan pekerjaan yang perlu diselesaikan? &#8220;Menyelesaikan pekerjaan itu ibaratnya menggelindingkan batu besar, sangat berat di awal namun ketika telah bergulir kita hanya perlu mengendalikannya, jangan terlalu cepat, jangan terlalu lambat, atau pun berbelok arah.&#8221; Tabik, Ari &#8230; <a href="http://blog.cybermogi.com/2011/12/batu-dan-pekerjaan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa hubungan batu besar dan pekerjaan yang perlu diselesaikan?</p>
<p>&#8220;Menyelesaikan pekerjaan itu ibaratnya menggelindingkan batu besar, sangat berat di awal namun ketika telah bergulir kita hanya perlu mengendalikannya, jangan terlalu cepat, jangan terlalu lambat, atau pun berbelok arah.&#8221;</p>
<p>Tabik,</p>
<p>Ari Mogi 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.cybermogi.com/2011/12/batu-dan-pekerjaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>:: Tentang Komitmen [from mailist] ::</title>
		<link>http://blog.cybermogi.com/2011/09/tentang-komitmen-from-mailist/</link>
		<comments>http://blog.cybermogi.com/2011/09/tentang-komitmen-from-mailist/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2011 01:01:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arimogi</dc:creator>
				<category><![CDATA[About me]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Esensi]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.cybermogi.net/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[Saya mendapatkan artikel ini dari milis-milis yang saya ikuti, lebih dari satu milis. Tidak ada niat untuk berpendapat atau pun menyinggung seseorang, hanya berbagi, semoga bermanfaat. Mohon maaf kalau ada yang menyebabkan tidak nyaman di hati. Komitmen = berpegang teguh &#8230; <a href="http://blog.cybermogi.com/2011/09/tentang-komitmen-from-mailist/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mendapatkan artikel ini dari milis-milis yang saya ikuti, lebih dari satu milis. Tidak ada niat untuk berpendapat atau pun menyinggung seseorang, hanya berbagi, semoga bermanfaat. Mohon maaf kalau ada yang menyebabkan tidak nyaman di hati.</p>
<p>Komitmen = berpegang teguh dan fokus pada keputusan yang diambil, tanpa mempertanyakan apa-apa lagi, apapun keadaan yang akan berlangsung.</p>
<p><span id="more-293"></span>Tergelitik oleh novel TESTPACK karangan Ninit Yunita yang bercerita tentang kekuatan sebuah komitmen, saya lantas berandai-andai dan mencoba menyimpulkan arti komitmen&#8211;versi saya sendiri, tentunya.</p>
<p>Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang suami menerima istrinya dengan segala kekurangan dan kelemahannya tanpa menghakimi. Bersyukur ketika istrinya tampil menawan, dan sama bersyukurnya ketika sang istri mengenakan daster dengan wajah berminyak tanpa make-up. Bersyukur ketika bentuk tubuh sang istri berubah setelah melahirkan, dan tetap mengecupnya sayang sambil bilang, &#8220;Kamu cantik.&#8221;</p>
<p>Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang suami tidak membongkar kelemahan istrinya pada orang lain. Sebaliknya, menutupi rapat-rapat setiap kekurangan itu dan dengan bangga bertutur bahwa sang istri adalah anugerah terindah yang pernah hadir dalam hidupnya.</p>
<p>Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri menunggui suaminya pulang hingga larut malam, membuatkan teh hangat dan makanan panas, dan tetap terbangun untuk menemani sang suami bersantap serta mendengarkan cerita-ceritanya yang membosankan di kantor.</p>
<p>Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri bertahan ketika suaminya jatuh sakit, dan dengan sukacita merawatnya setiap hari. Menghiburnya, menemaninya, menyuapinya, memandikannya, dan membersihkan kotorannya.</p>
<p>Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri terus mendampingi suaminya tanpa mengeluh atau mengomel. Sebaliknya, dengan setia tetap mendukung dan menyemangati meski sang suami pulang ke rumah dengan tangan<br />
kosong, tanpa sepeser uang pun.</p>
<p>Komitmen adalah sesuatu yang membuat sepasang suami istri memutuskan untuk terus mengikatkan diri dalam pernikahan, dengan tulus dan sukacita, meskipun salah satu dari mereka tidak bisa memberikan anak.</p>
<p>Komitmen adalah sesuatu yang membuat putra pelaku kriminal berkata kepada Ayahnya, &#8220;Saya percaya pada Papa.. Papa tetap yang terbaik.&#8221;</p>
<p>Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang yang bergelar S3 dengan jabatan direktur perusahaan multinasional pulang ke rumah orangtuanya, mencium mereka dengan hormat, serta memanggil mereka &#8216;Ayah&#8217; dan &#8216;Ibu&#8217;.</p>
<p>Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang Ayah menerima kembali anaknya yang telah menyakiti dan meninggalkannya begitu rupa dengan tangan terbuka, memeluknya dan melupakan semua kesalahan yang pernah dilakukan si anak terhadapnya.</p>
<p>Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang Ibu mengelus sayang anak yang pernah mencacinya, dan tetap mencintainya tanpa syarat.</p>
<p>Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang mengulurkan tangan kepada sahabatnya yang terjerembab, menariknya berdiri dan membantunya berjalan tanpa mengatakan, &#8220;Tuh, apa kubilang! Makanya.&#8221;</p>
<p>Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang pekerja menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik, sekalipun tugas itu amat berat dan upah yang diperoleh tidak sepadan.</p>
<p>Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang membulatkan hati dan tekad demi mencapai sebuah tujuan, sekalipun ia belum dapat mengetahui hasil akhir dari tujuan tersebut. Berjerih payah dan berkorban demi menyelesaikan tujuannya, sekalipun semua orang meninggalkannya.</p>
<p>Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang rela meninggalkan segala sesuatu yang berharga demi memenuhi panggilan hidupnya, walau harga yang harus dibayar tidak sedikit dan medan yang ditempuh tidak ringan.</p>
<p>Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang memikul resiko dan konsekuensi dari keputusannya tanpa mengeluh, dan menjalaninya dengan penuh rasa syukur sebagai bagian dari kehidupan yang terus berproses.</p>
<p>Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang berani setia dan percaya, meski harapannya tidak kunjung terpenuhi dan tidak ada yang dapat dijadikan jaminan olehnya.</p>
<p>Komitmen adalah sesuatu yang melampaui segala bentuk perbedaan, perselisihan dan pertengkaran. Ia tidak dapat dihancurkan oleh kekurangan, kelemahan maupun keterbatasan lahiriah. Karena ketika kita berani mengikatkan diri dalam sebuah komitmen, kita telah &#8216;mati&#8217; terhadap kepentingan diri sendiri.</p>
<p>Izinkan saya menyimpulkan tulisan ini dengan kalimat seorang perempuan bijak yang saya temukan beberapa waktu lalu: &#8220;In the final analysis, commitment means: &#8216;Here I am. You can count on me. I won&#8217;t fail you.&#8217;&#8221;</p>
<p>Itulah akhir dari artikel tentang komitmen ini. Semoga bermanfaat untuk kita semua.</p>
<p>Salam,</p>
<p>Ari Mogi 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.cybermogi.com/2011/09/tentang-komitmen-from-mailist/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>:: Sabar dan Tabah ::</title>
		<link>http://blog.cybermogi.com/2011/05/sabar-dan-tabah/</link>
		<comments>http://blog.cybermogi.com/2011/05/sabar-dan-tabah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 13:16:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arimogi</dc:creator>
				<category><![CDATA[About me]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.cybermogi.com/?p=513</guid>
		<description><![CDATA[Sabar itu maknanya berdiri tegak dan terus membiarkan waktu bekerja dan memberikan jawaban. Tabah itu maknanya tetap berusaha untuk terus berjalan walau pun untuk berdiri sulit. tabik, Ari Mogi http://blog.cybermogi.com]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabar itu maknanya berdiri tegak dan terus membiarkan waktu bekerja dan memberikan jawaban.<br />
Tabah itu maknanya tetap berusaha untuk terus berjalan walau pun untuk berdiri sulit.</p>
<p>tabik,</p>
<p>Ari Mogi</p>
<p>http://blog.cybermogi.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.cybermogi.com/2011/05/sabar-dan-tabah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>:: Jangan Berhenti di tengah Badai::</title>
		<link>http://blog.cybermogi.com/2011/05/jangan-berhenti-di-tengah-badai/</link>
		<comments>http://blog.cybermogi.com/2011/05/jangan-berhenti-di-tengah-badai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 13:12:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arimogi</dc:creator>
				<category><![CDATA[About me]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Esensi]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.cybermogi.com/?p=510</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari, seperti biasanya kami sekeluarga berkendaraan menuju ke suatu tempat, dan aku mengemudi. Setelah beberapa puluh kilometer, tiba-tiba awan hitam datang bersama angin kencang. Langit menjadi gelap. Kulihat beberapa kendaraan mulai menepi dan berhenti. &#8220;Bagaimana Ayah? Kita berhenti?&#8221;, &#8230; <a href="http://blog.cybermogi.com/2011/05/jangan-berhenti-di-tengah-badai/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu hari, seperti biasanya kami sekeluarga berkendaraan menuju ke suatu tempat, dan aku mengemudi. Setelah beberapa puluh kilometer, tiba-tiba awan hitam datang bersama angin kencang. Langit menjadi gelap. Kulihat beberapa kendaraan mulai menepi dan berhenti.</p>
<p>&#8220;Bagaimana Ayah? Kita berhenti?&#8221;, aku bertanya.<span id="more-510"></span><br />
&#8220;Teruslah mengemudi!&#8221;, kata Ayah.<br />
Aku tetap menjalankan mobilku.<br />
Langit makin gelap, angin bertiup makin kencang. Hujan pun turun disertai beberapa pohon bertumbangan, bahkan ada yang diterbangkan angin. Suasana sangat menakutkan. Kulihat kendaraan-kendaraan besar juga mulai menepi dan berhenti.</p>
<p>&#8220;Ayah&#8230;?&#8221;, tanyaku.<br />
&#8220;Teruslah mengemudi!&#8221;, kata Ayah sambil terus melihat ke depan.<br />
Aku tetap mengemudi dengan bersusah payah.<br />
Hujan lebat menghalangi pandanganku sampai hanya berjarak beberapa meter saja.<br />
Anginpun mengguncang-guncangkan mobil kecilku.<br />
Aku mulai takut. Tapi aku tetap mengemudi walaupun sangat perlahan.</p>
<p>Setelah melewati beberapa kilometer ke depan, kurasakan hujan mulai mereda dan angin mulai berkurang. Setelah beberapa kilometer lagi, sampailah kami pada daerah yang kering dan kami melihat matahari bersinar muncul dari balik awan.</p>
<p>&#8220;Silahkan kalau mau berhenti dan keluarlah&#8221;, kata Ayah tiba-tiba.<br />
&#8220;Kenapa sekarang?&#8221;, tanyaku heran.<br />
&#8220;Agar engkau bisa melihat dirimu seandainya engkau berhenti di tengah badai&#8221;.</p>
<p>Aku berhenti dan keluar. Kulihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung. Aku membayangkan mereka yang terjebak di sana dan berdoa, semoga mereka selamat. Dan aku mengerti bahwa jangan pernah berhenti di tengah badai karena akan terjebak dalam ketidakpastian dan ketakutan kapan badai akan berakhir serta apa yang akan terjadi selanjutnya.</p>
<p>Jika kita sedang menghadapi &#8220;badai&#8221; kehidupan, teruslah berjalan, jangan berhenti, jangan putus asa karena kita akan tenggelam dalam keadaan yg terus kacau, menakutkan dan penuh ketidakpastian.</p>
<p>Lakukan saja apa yang dapat kita lakukan dan yakinkan diri bahwa badai pasti berlalu.<br />
Jadikanlah kebiasaan yg positif untuk tidak menyerah hari ini, esok dan seterusnya.</p>
<p>You won&#8217;t find it here, look another way. You won&#8217;t find it today, look another day. </p>
<p>http://blog.cybermogi.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.cybermogi.com/2011/05/jangan-berhenti-di-tengah-badai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>:: Abang Gorengan &#8211; The Nunung CS ::</title>
		<link>http://blog.cybermogi.com/2011/05/abang-gorengan-the-nunung-cs/</link>
		<comments>http://blog.cybermogi.com/2011/05/abang-gorengan-the-nunung-cs/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 01:13:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arimogi</dc:creator>
				<category><![CDATA[About me]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[Lirik]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.cybermogi.com/?p=505</guid>
		<description><![CDATA[Nongkrong malam mingguan bersama teman-teman lebih enak ditemanin abang gorengan kalau laper di kampus duit seceng koncian mau kenyang nyari aja abang gorengan Reff: abang gorengan jual tahu tempe bakwan pisang ade, cireng ubi kue bola abang gorengan jual tahu &#8230; <a href="http://blog.cybermogi.com/2011/05/abang-gorengan-the-nunung-cs/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nongkrong malam mingguan bersama teman-teman<br />
lebih enak ditemanin abang gorengan<br />
kalau laper di kampus duit seceng koncian<br />
mau kenyang nyari aja abang gorengan</p>
<p><em>Reff:</em><span id="more-505"></span><br />
abang gorengan jual tahu tempe<br />
bakwan pisang ade, cireng ubi kue bola<br />
abang gorengan jual tahu tempe<br />
bakwan pisang ade, cireng ubi kue bola</p>
<p>Ada satu cerita tentang abang gorengan<br />
yang dipalak saat adzan berkumandang .. (<em>masya Aloh..</em>)<br />
tanpa banyak omongan langsung aje si abang<br />
cuci muka pake minyak penggorengan ..(<em>mintanya berapa..</em>)</p>
<p>Reff:<br />
abang gorengan jual tahu tempe<br />
bakwan pisang ade, cireng ubi kue bola<br />
abang gorengan jual tahu tempe<br />
bakwan pisang ade, cireng ubi kue bola ..(<em>singkong juga ade</em>)</p>
<p><em>“bang dagang apaan bang ?”<br />
“dagang orok 5, pake nanya”<br />
“et…kirain…et dah….”<br />
“yiha……”</em></p>
<p><em>Last Reff:</em><br />
abang gorengan jual tahu tempe<br />
bakwan, pisang, ubi, kue bola, tahu, tahu isi, risol, banyak banget dah<br />
abang gorengan jual tahu tempe<br />
bakwan pisang ade<br />
cireng ubi kue bola (4x)</p>
<p><em>“bang bakwannya kok kaga ada togenya …?”<br />
“singkongnya adem….”</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.cybermogi.com/2011/05/abang-gorengan-the-nunung-cs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>:: May Day ::</title>
		<link>http://blog.cybermogi.com/2011/05/may-day/</link>
		<comments>http://blog.cybermogi.com/2011/05/may-day/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 01:23:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arimogi</dc:creator>
				<category><![CDATA[About me]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.cybermogi.com/?p=457</guid>
		<description><![CDATA[It is now May. In this month you can reach your dream and whatever you wish because it is a May (be) day. Whatever you think is going to be in this month. It is a magic of May Day. &#8230; <a href="http://blog.cybermogi.com/2011/05/may-day/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>It is now May. In this month you can reach your dream and whatever you wish because it is a May (be) day. Whatever you think is going to be in this month. It is a magic of May Day.</p>
<p>Happy May Day!!!</p>
<p>Kind regards,<br />
Ari Mogi 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.cybermogi.com/2011/05/may-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>:: Tentang Jaman ::</title>
		<link>http://blog.cybermogi.com/2011/04/tentang-jaman/</link>
		<comments>http://blog.cybermogi.com/2011/04/tentang-jaman/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2011 01:24:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arimogi</dc:creator>
				<category><![CDATA[About me]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Esensi]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.cybermogi.com/?p=460</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin saya tidak lahir di jaman dulu, yang kalo boleh meminjam istilahnya Herry disebut ‘jaman orang lama’. Saya lahir di pertengahan tahun 80-an. Saya mengenal istilah pasca panen, repelita, pelita, ABRI masuk desa, transmigrasi, kelapa sawit, peletakan batu pertama, inpres &#8230; <a href="http://blog.cybermogi.com/2011/04/tentang-jaman/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin saya tidak lahir di jaman dulu, yang kalo boleh meminjam istilahnya Herry disebut ‘jaman orang lama’. Saya lahir di pertengahan tahun 80-an. Saya mengenal istilah pasca panen, repelita, pelita, ABRI masuk desa, transmigrasi, kelapa sawit, peletakan batu pertama, inpres desa tertinggal, SD terbuka, SMP terbuka, keluarga berencana, dan istilah-istilah lainnya. Itu saya dapat ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Kemudian melanjutkan ke SMP dan SMA, saya mendapatkan pendidikan yang namanya P4, Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Pendidikan ini, secara tidak langsung, suka atau tidak suka, sangat mempengaruhi saya, terutama tentang pola hidup sederhana, gaya hidup hemat dan peribahasa: hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai. <span id="more-460"></span>Nah, apa hubungannya dengan jaman dulu? Paling tidak akan saya paparkan 2 pendapat saya tentang jaman (baik dulu atau sekarang) dan P4. Sebelum masuk ke penjelasan, saya tambahan beberapa termin dan istilah, orang dulu adalah orang-orang yang merasakan pelita dan repelita, dan mengalami P4. Orang sekarang adalah orang yang tidak merasakan P4. Piramida Maslow adalah piramida kebutuhan manusia yang dicetuskan oleh Maslow. Tulisan ini hanyalah opini pribadi, tidak berdasarkan peneletian sebelumnya, belum tentu terbukti benar berbeda dengan geografis dan kondisi kemasyarakatan anda, faktor psikologis pun berpengaruh terhadap tulisan ini. Tulisan ini hanya bertujuan untuk mengisi blog yang kosong ini, tidak untuk promosi suatu pihak atau menyebarkan paham-paham tertentu kepada masyarakat. Saya menerima kritik dan saran melalui komentar di tulisan ini.</p>
<p>Pendapat saya yang pertama, jaman dulu ketika orang belajar P4 (kebanyakan dengan terpaksa) pada akan lebih solider dan lebih militan dibandingkan orang (jaman sekarang) yang tidak (dipaksa) belajar P4. Apa pasalnya? dilatih militan soalnya, bangun pagi-pagi biar gak telat ikut P4. Saya sendiri bangun pukul 5 pagi dan berangkat ke sekolah pukul 5.25, pada saat itu hari masih gelap. waktu itu belum ada kendaraan umum jam segitu, saya berangkat naik sepeda. Jarak rumah ke sekolah kurang lebih 7 km, dan tiba di sekolah sebelum pukul 06.00. Sebelum masuk ke sekolah, di depan gerbang sudah dijaga dan diberi kesempatan untuk melakukan pemanasan, seperti push-up sit-up dan scott-jump. Belum lagi tugas yang menumpuk untuk dibawa pulang setelah penataran, membuat essay, karangan, menjawab soal dalam waktu kurang dari 8 jam, ditambah waktu untuk istirahat malam. Semua kegiatan ini dilakukan seminggu penuh, dari senin hingga senin depannya. Solider? sudah tentu, karena jika kesalahan dibuat oleh satu anggota kelompok, maka seluruh anggota kelompok akan menanggung hukumannya. Kami tidak menjadi dendam karena salah satu anggota kami sering melakukan kesalahan, malah kami pernah melawan ketika kami rasa yang dilakukannya bukan kesalahan. Pengalaman waktu melawan kakak tingkat yang menjadi panitia, waktu itu panitia mempunyai peraturan sebanyak 2 pasal. Pasal pertama berbunyi: “Panitia tidak pernah salah” dan pasal dua berbunyi “Jika panitia salah, kembali ke pasal satu”. Di awal pembacaan peraturan itu, saya sudah menahan kencing karena ingin tertawa, sungguh peraturan yang konyol. Hingga akhirnya, salah seorang dari kami melakukan kesalahan dan kami akan disidang untuk dijatuhi hukuman. Saya pada waktu itu menduduki jabatan wakil ketua regu memberanikan diri berbicara. Saya mengatakan “Peraturan yang dibuat panitia untuk panitia (yang terdiri dari 2 pasal) adalah peraturan terkonyol yang pernah saya dengar. Panitia bukanlah dewa atau Tuhan, panitia masih manusia, dan melakukan kesalahan itu adalah mungkin dilakukan oleh manusia. Jika panitia membuat peraturan seperti itu, artinya panitia sudah melangkahi Tuhan, dan kalo ada manusia yang melangkahi Tuhan, maka saya tidak akan mau menuruti manusia itu. Saya masih patuh terhadap peraturan Tuhan, tidak akan menduakan Tuhan.” Beberapa saat setelah itu, peraturan itu dicabut dan tidak digunakan lagi.</p>
<p>Kemudian pendapat saya yang kedua, orang jaman sekarang begitu lahir sudah dapat makan dan hidup yang tenteram, teknologi yang memadai, sehingga tidak lagi memikirkan 3 atau 4 lapisan dasar dari piramida Maslow. Sangat berbeda dengan kebanyakan orang jaman dulu, yang begitu melahirkan, masih memikirkan apakah besok masih bisa memberi susu kepada bayinya. Meniru kata Iwan Fals di salah satu lagunya, yang berbunyi ‘…orang pintar tarik subsidi, anak kami kurang gizi…’. Begitulah keadaan pada jaman dulu, meskipun harga beras sangat murah dibandingkan sekarang, namun tidak diimbangi oleh kebutuhan yang lain. Kebutuhan listrik, air dan komunikasi didominasi satu pihak. Lapangan pekerjaan yang mungkin hanyalah menjadi transmigran ke pelosok terpencil, menjadi pelayan masyarakat kecuali pemberi ilmu tanpa pamrih sangatlah tidak mungkin. Pelayan masyarakat untuk pembangunan negeri hanya bisa dimasuki oleh kerabat atau keluarga dekat. Wali dari rakyat pun hanyalah suatu lahan bisnis yang ditujukan untuk para beruang, anda beruang maka anda layak berkompetisi di sini. Keadaan seperti itu yang membuat orang jaman dulu bersaing dengan keras dan ketat. Gigih mencapai kebutuhan 1 dan 2 (piramida Maslow) untuk keluarga. Baru lapisan 1 dan 2, belum 3 dan 4. Dibandingkan dengan orang jaman sekarang, yang begitu lahir sudah terpenuhi makan, minum, keamanan dan kenyamanan hidup, dan sudah mengenal teknologi, sehingga orang jaman sekarang ingin langsung mencapai aktualisasi diri, ingin dikenal orang, kalau istilah ‘anak gaul’-nya adalah ‘eksis’. Sebab inilah yang membuat aplikasi jejaring sosial berkembang pesat, gadget-gadget gaul (yang notabene sangat ribet penggunaannya dan menghabiskan banyak biaya) menjadi laris seperti kacang goreng, barang-barang bermerk terkenal (walaupun KW 1, KW 2, KW 3, sampai KW n, dimana n adalah bilangan bulat positif > 0) menjadi kegemaran orang-orang ini dan iklannya memenuhi setiap laman situs yang saya kunjungi. Sungguh menjenuhkan, karena dari 10 informasi yang saya dapatkan dari internet, 6 informasi adalah iklan.</p>
<p>Demikian pendapat saya, sampai tulisan ini dibuat, saya masih mendapati iklan-iklan bertebaran di jejaring sosial dan melalui sms, yang menawarkan gratis menggunakan layanan FB, BB dll, gratis internet, gratis chatting, gratis ini gratis itu, menjual gadget ini dengan harga murah agar tetap eksis dan lain sebagainya. Jenuh, saya sangat jenuh dengan iklan itu. Kalau bisa, telepon selular saya tidak diganggu dengan iklan-iklan itu, sehari bisa 15 iklan masuk, sungguh keterlaluan. Ini benar-benar fenomena, dan saya tidak berdaya menghadapinya. Sekian dari pendapat saya. Terima kasih.</p>
<p>Tabik,<br />
Ari Mogi 2011</p>
<p>NB: Saya bukan ahli psikologi, jadi saya tahu banyak kesalahan tertulis tentang Maslow. CMIIW.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.cybermogi.com/2011/04/tentang-jaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>:: Lou Reed &#8211; Perfect Day ::</title>
		<link>http://blog.cybermogi.com/2010/05/lou-reed-perfect-day/</link>
		<comments>http://blog.cybermogi.com/2010/05/lou-reed-perfect-day/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 May 2010 01:24:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arimogi</dc:creator>
				<category><![CDATA[About me]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[pirate spirit]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.cybermogi.net/?p=374</guid>
		<description><![CDATA[Just a perfect day Drink sangria in the park And then later, when it gets dark, we&#8217;ll go home Just a perfect day Feed animals in the zoo Then later a movie too, and then home [Chorus] Oh it&#8217;s such &#8230; <a href="http://blog.cybermogi.com/2010/05/lou-reed-perfect-day/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Just a perfect day<br />
Drink sangria in the park<br />
And then later, when it gets dark, we&#8217;ll go home<br />
Just a perfect day<br />
Feed animals in the zoo<br />
Then later a movie too, and then home<br />
<span id="more-374"></span><br />
<em>[Chorus]</em><br />
Oh it&#8217;s such a perfect day<br />
I&#8217;m glad I spent it with you<br />
Oh such a perfect day<br />
You just keep me hanging on&#8230;<br />
You just keep me hanging on&#8230;</p>
<p>Oh, just a perfect day<br />
Problems all left alone<br />
Weekenders on our own<br />
It&#8217;s such fun</p>
<p>Oh, just a perfect day<br />
You make me forget myself<br />
I thought I was someone else<br />
Someone good</p>
<p><em>[Chorus]</em><br />
You&#8217;re going to reap just what you sow<br />
You&#8217;re going to reap just what you sow<br />
You&#8217;re going to reap just what you sow<br />
You&#8217;re going to reap just what you sow<br />
&#8230;</p>
<p>Specially for someone, who I spent with, all day that time.<br />
<a href="http://blog.cybermogi.net">http://blog.cybermogi.net</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.cybermogi.com/2010/05/lou-reed-perfect-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>:: Seorang Anak Berusia 7 tahun Melakukan yang Terbaik ::</title>
		<link>http://blog.cybermogi.com/2010/04/seorang-anak-berusia-7-tahun-melakukan-yang-terbaik/</link>
		<comments>http://blog.cybermogi.com/2010/04/seorang-anak-berusia-7-tahun-melakukan-yang-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 00:16:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arimogi</dc:creator>
				<category><![CDATA[About me]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kehilangan]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.cybermogi.net/?p=353</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah kota di California, tinggal seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun yang bernama Luke. Luke gemar bermain bisbol. Ia bermain pada sebuah tim bisbol di kotanya yang bernama Little League. Luke bukanlah seorang pemain yang hebat. Pada setiap pertandingan, &#8230; <a href="http://blog.cybermogi.com/2010/04/seorang-anak-berusia-7-tahun-melakukan-yang-terbaik/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di sebuah kota di California, tinggal seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun yang bernama Luke. Luke gemar bermain bisbol. Ia bermain pada sebuah tim bisbol di kotanya yang bernama Little League. Luke bukanlah seorang pemain yang hebat. Pada setiap pertandingan, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di kursi pemain cadangan. Akan tetapi, ibunya selalu hadir di setiap pertandingan untuk bersorak dan memberikan semangat saat Luke dapat memukul bola maupun tidak.</p>
<p>Kehidupan Sherri Collins, ibu Luke, sangat tidak mudah. Ia menikah dengan kekasih hatinya saat masih kuliah. Kehidupan mereka berdua setelah pernikahan berjalan seperti cerita dalam buku-buku roman. Namun, keadaan itu hanya berlangsung sampai pada musim dingin saat Luke berusia tiga tahun. Pada musim dingin, di jalan yang berlapis es, suami Sherri meninggal karena mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan. Saat itu, ia dalam perjalanan pulang dari pekerjaan paruh waktu yang biasa dilakukannya pada malam hari.</p>
<p>&#8220;Aku tidak akan menikah lagi,&#8221; kata Sherri kepada ibunya. &#8220;Tidak ada yang dapat mencintaiku seperti dia&#8221;.<br />
&#8220;Kau tidak perlu menyakinkanku,&#8221; sahut ibunya sambil tersenyum. Ia adalah seorang janda dan selalu memberikan nasihat yang dapat membuat Sherri merasa nyaman. &#8220;Dalam hidup ini, ada seseorang yang hanya memiliki satu orang saja yang sangat istimewa bagi dirinya dan tidak ingin terpisahkan untuk selama-lamanya. Namun jika salah satu dari mereka pergi, akan lebih baik bagi yang ditinggalkan untuk tetap sendiri daripada ia memaksakan mencari penggantinya.&#8221;</p>
<p>Sherri sangat bersyukur bahwa ia tidak sendirian. Ibunya pindah untuk tinggal bersamanya. Bersama-sama,mereka berdua merawat Luke. Apapun masalah yg dihadapi anaknya, Sherri selalu memberikan dukungan sehingga Luke akan selalu bersikap optimis. Setelah Luke kehilangan seorang ayah, ibunya juga selalu berusaha menjadi seorang ayah bagi Luke.</p>
<p>Pertandingan demi pertandingan, minggu demi minggu, Sherri selalu datang dan bersorak-sorai untuk memberikan dukungan kepada Luke, meskipun ia hanya bermain beberapa menit saja. Suatu hari, Luke datang ke pertandingan seorang diri.</p>
<p>&#8220;Pelatih&#8221;, panggilnya. &#8220;Bisakah aku bermain dalam pertandingan ini sekarang? Ini sangat penting bagiku. Aku mohon?&#8221;</p>
<p>Pelatih mempertimbangkan keinginan Luke. Luke masih kurang dapat bekerja sama antar pemain. Namun dalam pertandingan sebelumnya, Luke berhasil memukul bola dan mengayunkan tongkatnya searah dengan arah datangnya bola. Pelatih kagum tentang kesabaran dan sportivitas Luke, dan Luke tampak berlatih extra keras dalam beberapa hari ini.</p>
<p>&#8220;Tentu,&#8221; jawabnya sambil mengangkat bahu, kemudian ditariknya topi merah Luke. &#8220;Kamu dapat bermain hari ini. Sekarang, lakukan pemanasan dahulu.&#8221;</p>
<p>Hati Luke bergetar saat ia diperbolehkan untuk bermain. Sore itu, ia bermain dengan sepenuh hatinya. Ia berhasil melakukan home run dan mencetak dua single. Ia pun berhasil menangkap bola yang sedang melayang sehingga membuat timnya berhasil memenangkan pertandingan.</p>
<p>Tentu saja pelatih sangat kagum melihatnya. Ia belum pernah melihat Luke bermain sebaik itu. Setelah pertandingan, pelatih menarik Luke ke pinggir lapangan. &#8220;Pertandingan yang sangat mengagumkan,&#8221; katanya kepada Luke. &#8220;Aku tidak pernah melihatmu bermain sebaik sekarang ini sebelumnya. Apa yang membuatmu jadi begini?&#8221;</p>
<p>Luke tersenyum dan pelatih melihat kedua mata anak itu mulai penuh oleh air mata kebahagiaan. Luke menangis tersedu-sedu. Sambil sesunggukan, ia berkata &#8220;Pelatih, ayahku sudah lama sekali meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Ibuku sangat sedih. Ia buta dan tidak dapat berjalan dengan baik, akibat kecelakaan itu, tetapi ia selalu menemaniku dalam setiap pertandingan. Namun Minggu lalu, Ibuku meninggal dunia&#8221; Luke kembali menangis.</p>
<p>Kemudian Luke menghapus air matanya, dan melanjutkan ceritanya dengan terbata-bata &#8220;Hari ini, &#8230;hari ini adalah pertama kalinya kedua orangtuaku dari surga datang pada pertandingan ini untuk bersama-sama melihatku bermain. Dan aku tentu saja tidak akan mengecewakan mereka&#8230;&#8221; Luke kembali menangis terisak-isak.</p>
<p>Sang pelatih sadar bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat, dengan mengizinkan Luke bermain sebagai pemain utama hari ini. Sang pelatih yang berkepribadian sekuat baja, tertegun beberapa saat. Ia tidak mampu mengucapkan sepatah katapun untuk menenangkan Luke yang masih menangis. Tiba-tiba, baja itu meleleh. Sang pelatih tidak mampu menahan perasaannya sendiri, air mata mengalir dari kedua matanya, bukan sebagai seorang pelatih, tetapi sebagai seorang anak&#8230;</p>
<p>Sang pelatih sangat tergugah dengan cerita Luke, ia sadar bahwa dalam hal ini, ia belajar banyak dari Luke. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan orang tuanya, walaupun ayah dan ibunya sudah pergi selamanya&#8230; Luke baru saja kehilangan seorang Ibu yang begitu mencintainya&#8230;</p>
<p>Sang pelatih sadar, bahwa ia beruntung ayah dan ibunya masih ada. Mulai saat itu, ia berusaha melakukan yang terbaik untuk kedua orangtuanya, membahagiakan mereka,membagikan lebih banyak cinta dan kasih untuk mereka. Dia menyadari bahwa waktu sangat berharga, atau ia akan menyesal seumur hidupnya&#8230;</p>
<p>&#8212;<br />
Kisah ini dikutip dari buku &#8220;Gifts From The Heart for Women&#8221; karangan Karen Kingsbury; dan disebarkan melalui milis/forum diskusi.</p>
<p>http://blog.cybermogi.net</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.cybermogi.com/2010/04/seorang-anak-berusia-7-tahun-melakukan-yang-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>:: 20 Cara Menghargai Tubuh Sendiri &#8211; Kompas ::</title>
		<link>http://blog.cybermogi.com/2010/01/20-cara-menghargai-tubuh-sendiri-kompas/</link>
		<comments>http://blog.cybermogi.com/2010/01/20-cara-menghargai-tubuh-sendiri-kompas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 03:06:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arimogi</dc:creator>
				<category><![CDATA[About me]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.cybermogi.net/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[(taken from Kompas &#8211; Sabtu, 2 Januari edisi online) KOMPAS.com &#8211; Apakah Anda cukup puas dengan tubuh sendiri? Bila kurang puas, ikuti saran dari Margo Maine, Ph.D berikut ini: Tubuh Anda adalah ciptaan Tuhan yang luar biasa, mulailah untuk menghargainya. &#8230; <a href="http://blog.cybermogi.com/2010/01/20-cara-menghargai-tubuh-sendiri-kompas/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>(taken from Kompas &#8211; Sabtu, 2 Januari edisi online)</em><br />
<a href="http://kompas.com"><br />
<strong>KOMPAS.com</strong></a> &#8211; Apakah Anda cukup puas dengan tubuh sendiri? Bila kurang puas, ikuti saran dari Margo Maine, Ph.D berikut ini:</p>
<ol>
<li>Tubuh Anda adalah ciptaan <a href="http://blog.cybermogi.net/tag/tuhan/">Tuhan</a> yang luar biasa, mulailah untuk menghargainya.</li>
<li>Buat daftar yang mencantumkan hal-hal yang dapat dilakukan tubuh Anda. Baca dan tambah terus daftar itu.</li>
<li>Sadari apa yang bisa dilakukan tubuh Anda setiap hari. Ingatlah bahwa tubuh adalah instrumen kehidupan, bukan sekadar hiasan</li>
<li>Buatlah daftar orang-orang yang Anda <a href="http://blog.cybermogi.net/tag/henry-ford/">kagumi</a>: orang yang banyak menyumbang hal positif dalam hidup Anda, di masyarakat dan di dunia. Perhatikan apakah penampilan fisik mereka tampak penting dalam menunjang kesuksesan dan pencapaiannya.</li>
<li>Berjalanlah dengan kepala diangkat, didukung rasa percaya diri.</li>
<li>Jangan biarkan berat badan atau postur tubuh menghalangi Anda menikmati kegiatan yang disukai.</li>
<li>Pakailah baju yang nyaman, disukai dan terasa enak di tubuh.</li>
<li>Hitung berkat yang Anda terima, bukan kemalangan-kemalangan.</li>
<li>Pikirkan hal-hal lain yang bisa dicapai dengan waktu dan energi yang dihabiskan untuk mengkhawatirkan badan dan penampilan.</li>
<li>Jadilah sahabat serta pendukung, bukan musuh bagi tubuh sendiri.</li>
<li>Pikirkan bahwa kulit Anda beregenerasi setiap bulan, perut setiap lima hari, liver setiap 6 minggu dan tulang setiap tiga bulan.</li>
<li>Setiap bangun tidur di pagi hari jangan lupa berterimakasih atas istirahat untuk tubuh sehingga tubuh terasa segar.</li>
<li>Setiap malam saat akan tidur jangan lupa berkata kepada tubuh Anda betapa berharganya tubuh, sehingga membantu melaksanakan tugas sehari-hari.</li>
<li>Temukan metode latihan olahraga yang Anda nikmati dan lakukan secara teratur. Tapi jangan berolahraga untuk menurunkan berat badan atau melawan tubuh sendiri. Lakukan olahraga untuk kesehatan dan kekuatan tubuh, karena membuat Anda nyaman.</li>
<li>Ingat kembali saat Anda merasa nyaman dengan tubuh Anda. Katakan pada diri sendiri Anda dapat merasa seperti itu lagi, bahkan pada usia yang tidak muda lagi.</li>
<li>Buatlah daftar 10 hal positif tentang diri sendiri tanpa menyebut penampilan fisik.</li>
<li>Buat tulisan dan tempel di kaca rias: saya tampil menarik dari dalam dan luar.</li>
<li>Cari hal-hal indah yang ada di dunia dan pada diri Anda sendiri.</li>
<li>Mulailah berkata pada diri sendiri: hidup itu terlalu singkat untuk menghabiskan waktu membenci tubuh sendiri.</li>
<li>Makanlah ketika lapar dan istirahat ketika lelah. Carilah teman-teman yang bisa mengingatkan akan kecantikan luar dan dalam yang ada pada diri Anda. @diy</li>
</ol>
<p>Berapa cara yang telah anda lakukan untuk alternatif cara di atas? Semakin banyak, <a href="http://blog.cybermogi.net">saya</a> rasa semakin bagus.</p>
<p>NB: Tulisan ini dibuat hanya untuk dokumentasi <a href="http://www.cybermogi.net">pribadi</a>. Tidak bermaksud memihak atau menjatuhkan salah satu pihak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.cybermogi.com/2010/01/20-cara-menghargai-tubuh-sendiri-kompas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

