<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>:: Mogi on BlogMood.2 :: &#187; Tuhan</title>
	<atom:link href="http://blog.cybermogi.net/tag/tuhan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.cybermogi.net</link>
	<description>blogmood.ver.3 - reborn.after.crash</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Aug 2010 04:36:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>:: Seorang Anak Berusia 7 tahun Melakukan yang Terbaik ::</title>
		<link>http://blog.cybermogi.net/2010/04/seorang-anak-berusia-7-tahun-melakukan-yang-terbaik/</link>
		<comments>http://blog.cybermogi.net/2010/04/seorang-anak-berusia-7-tahun-melakukan-yang-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 00:16:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arimogi</dc:creator>
				<category><![CDATA[About me]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kehilangan]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.cybermogi.net/?p=353</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah kota di California, tinggal seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun yang bernama Luke. Luke gemar bermain bisbol. Ia bermain pada sebuah tim bisbol di kotanya yang bernama Little League. Luke bukanlah seorang pemain yang hebat. Pada setiap pertandingan, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di kursi pemain cadangan. Akan tetapi, ibunya selalu hadir di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di sebuah kota di California, tinggal seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun yang bernama Luke. Luke gemar bermain bisbol. Ia bermain pada sebuah tim bisbol di kotanya yang bernama Little League. Luke bukanlah seorang pemain yang hebat. Pada setiap pertandingan, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di kursi pemain cadangan. Akan tetapi, ibunya selalu hadir di setiap pertandingan untuk bersorak dan memberikan semangat saat Luke dapat memukul bola maupun tidak.</p>
<p>Kehidupan Sherri Collins, ibu Luke, sangat tidak mudah. Ia menikah dengan kekasih hatinya saat masih kuliah. Kehidupan mereka berdua setelah pernikahan berjalan seperti cerita dalam buku-buku roman. Namun, keadaan itu hanya berlangsung sampai pada musim dingin saat Luke berusia tiga tahun. Pada musim dingin, di jalan yang berlapis es, suami Sherri meninggal karena mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan. Saat itu, ia dalam perjalanan pulang dari pekerjaan paruh waktu yang biasa dilakukannya pada malam hari.</p>
<p>&#8220;Aku tidak akan menikah lagi,&#8221; kata Sherri kepada ibunya. &#8220;Tidak ada yang dapat mencintaiku seperti dia&#8221;.<br />
&#8220;Kau tidak perlu menyakinkanku,&#8221; sahut ibunya sambil tersenyum. Ia adalah seorang janda dan selalu memberikan nasihat yang dapat membuat Sherri merasa nyaman. &#8220;Dalam hidup ini, ada seseorang yang hanya memiliki satu orang saja yang sangat istimewa bagi dirinya dan tidak ingin terpisahkan untuk selama-lamanya. Namun jika salah satu dari mereka pergi, akan lebih baik bagi yang ditinggalkan untuk tetap sendiri daripada ia memaksakan mencari penggantinya.&#8221;</p>
<p>Sherri sangat bersyukur bahwa ia tidak sendirian. Ibunya pindah untuk tinggal bersamanya. Bersama-sama,mereka berdua merawat Luke. Apapun masalah yg dihadapi anaknya, Sherri selalu memberikan dukungan sehingga Luke akan selalu bersikap optimis. Setelah Luke kehilangan seorang ayah, ibunya juga selalu berusaha menjadi seorang ayah bagi Luke.</p>
<p>Pertandingan demi pertandingan, minggu demi minggu, Sherri selalu datang dan bersorak-sorai untuk memberikan dukungan kepada Luke, meskipun ia hanya bermain beberapa menit saja. Suatu hari, Luke datang ke pertandingan seorang diri.</p>
<p>&#8220;Pelatih&#8221;, panggilnya. &#8220;Bisakah aku bermain dalam pertandingan ini sekarang? Ini sangat penting bagiku. Aku mohon?&#8221;</p>
<p>Pelatih mempertimbangkan keinginan Luke. Luke masih kurang dapat bekerja sama antar pemain. Namun dalam pertandingan sebelumnya, Luke berhasil memukul bola dan mengayunkan tongkatnya searah dengan arah datangnya bola. Pelatih kagum tentang kesabaran dan sportivitas Luke, dan Luke tampak berlatih extra keras dalam beberapa hari ini.</p>
<p>&#8220;Tentu,&#8221; jawabnya sambil mengangkat bahu, kemudian ditariknya topi merah Luke. &#8220;Kamu dapat bermain hari ini. Sekarang, lakukan pemanasan dahulu.&#8221;</p>
<p>Hati Luke bergetar saat ia diperbolehkan untuk bermain. Sore itu, ia bermain dengan sepenuh hatinya. Ia berhasil melakukan home run dan mencetak dua single. Ia pun berhasil menangkap bola yang sedang melayang sehingga membuat timnya berhasil memenangkan pertandingan.</p>
<p>Tentu saja pelatih sangat kagum melihatnya. Ia belum pernah melihat Luke bermain sebaik itu. Setelah pertandingan, pelatih menarik Luke ke pinggir lapangan. &#8220;Pertandingan yang sangat mengagumkan,&#8221; katanya kepada Luke. &#8220;Aku tidak pernah melihatmu bermain sebaik sekarang ini sebelumnya. Apa yang membuatmu jadi begini?&#8221;</p>
<p>Luke tersenyum dan pelatih melihat kedua mata anak itu mulai penuh oleh air mata kebahagiaan. Luke menangis tersedu-sedu. Sambil sesunggukan, ia berkata &#8220;Pelatih, ayahku sudah lama sekali meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Ibuku sangat sedih. Ia buta dan tidak dapat berjalan dengan baik, akibat kecelakaan itu, tetapi ia selalu menemaniku dalam setiap pertandingan. Namun Minggu lalu, Ibuku meninggal dunia&#8221; Luke kembali menangis.</p>
<p>Kemudian Luke menghapus air matanya, dan melanjutkan ceritanya dengan terbata-bata &#8220;Hari ini, &#8230;hari ini adalah pertama kalinya kedua orangtuaku dari surga datang pada pertandingan ini untuk bersama-sama melihatku bermain. Dan aku tentu saja tidak akan mengecewakan mereka&#8230;&#8221; Luke kembali menangis terisak-isak.</p>
<p>Sang pelatih sadar bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat, dengan mengizinkan Luke bermain sebagai pemain utama hari ini. Sang pelatih yang berkepribadian sekuat baja, tertegun beberapa saat. Ia tidak mampu mengucapkan sepatah katapun untuk menenangkan Luke yang masih menangis. Tiba-tiba, baja itu meleleh. Sang pelatih tidak mampu menahan perasaannya sendiri, air mata mengalir dari kedua matanya, bukan sebagai seorang pelatih, tetapi sebagai seorang anak&#8230;</p>
<p>Sang pelatih sangat tergugah dengan cerita Luke, ia sadar bahwa dalam hal ini, ia belajar banyak dari Luke. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan orang tuanya, walaupun ayah dan ibunya sudah pergi selamanya&#8230; Luke baru saja kehilangan seorang Ibu yang begitu mencintainya&#8230;</p>
<p>Sang pelatih sadar, bahwa ia beruntung ayah dan ibunya masih ada. Mulai saat itu, ia berusaha melakukan yang terbaik untuk kedua orangtuanya, membahagiakan mereka,membagikan lebih banyak cinta dan kasih untuk mereka. Dia menyadari bahwa waktu sangat berharga, atau ia akan menyesal seumur hidupnya&#8230;</p>
<p>&#8212;<br />
Kisah ini dikutip dari buku &#8220;Gifts From The Heart for Women&#8221; karangan Karen Kingsbury; dan disebarkan melalui milis/forum diskusi.<br />
http://blog.cybermogi.net</p>
            <script type="text/javascript">  linkscolor = "000000";  highlightscolor = "888888";  backgroundcolor = "FFFFFF";  channel = "none";   </script><script type="text/javascript" src="http://www.addmarx.com/dynamicbookmark_compressed.php"></script><span><a onClick="clickDynamic1(this); return false;" href="http://www.addmarx.com"><img style="padding:0px; margin:0px" src="http://blog.cybermogi.net/wp-content/plugins/addmarx/sharebookmarx.png" border="0"></a></span><span style="position:absolute; z-index:1000001; margin-top:24px; margin-left:-127px; visibility:hidden;"><iframe id="addmarx_empty" scrolling="no" frameborder="0"></iframe></span><!-- Please place the above code into your site where you want to have a bookmark/share/publicize link. Please do not change any of the code aside from the link text or image, or else the code may not work properly.  -->                  ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.cybermogi.net/2010/04/seorang-anak-berusia-7-tahun-melakukan-yang-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>:: Pasrah ::</title>
		<link>http://blog.cybermogi.net/2009/02/pasrah/</link>
		<comments>http://blog.cybermogi.net/2009/02/pasrah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 08:38:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>[blogmood]erator</dc:creator>
				<category><![CDATA[About me]]></category>
		<category><![CDATA[pasrah]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.cybermogi.net/2009/02/pasrah/</guid>
		<description><![CDATA[berserah diri, Tuhan sedang bekerja, kita tunggu aja, soalnya cuma waktu yang bisa jawab semua ini&#8230;. (my Lifebuoy when I was drowning, Putu Candra Purnama Sari)
              linkscolor = "000000";  highlightscolor = "888888";  backgroundcolor = "FFFFFF";  channel = "none";  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>berserah diri, Tuhan sedang bekerja, kita tunggu aja, soalnya cuma waktu yang bisa jawab semua ini&#8230;. (my Lifebuoy when I was drowning, Putu Candra Purnama Sari)</p>
            <script type="text/javascript">  linkscolor = "000000";  highlightscolor = "888888";  backgroundcolor = "FFFFFF";  channel = "none";   </script><script type="text/javascript" src="http://www.addmarx.com/dynamicbookmark_compressed.php"></script><span><a onClick="clickDynamic1(this); return false;" href="http://www.addmarx.com"><img style="padding:0px; margin:0px" src="http://blog.cybermogi.net/wp-content/plugins/addmarx/sharebookmarx.png" border="0"></a></span><span style="position:absolute; z-index:1000001; margin-top:24px; margin-left:-127px; visibility:hidden;"><iframe id="addmarx_empty" scrolling="no" frameborder="0"></iframe></span><!-- Please place the above code into your site where you want to have a bookmark/share/publicize link. Please do not change any of the code aside from the link text or image, or else the code may not work properly.  -->                  ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.cybermogi.net/2009/02/pasrah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>:: Mengenal Tuhan&#8230; sebelum kita menemukan Tuhan ::</title>
		<link>http://blog.cybermogi.net/2009/02/mengenal-tuhan-sebelum-kita-menemukan-tuhan/</link>
		<comments>http://blog.cybermogi.net/2009/02/mengenal-tuhan-sebelum-kita-menemukan-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 00:01:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>[blogmood]erator</dc:creator>
				<category><![CDATA[About me]]></category>
		<category><![CDATA[Albert Einstein]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.cybermogi.net/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Siapakah Tuhan? tidak perlu dijawab, tapi yang pasti semua mengenal-Nya kan? yah, sebelum kita menemukan Tuhan, kita perlu mengenalnya terlebih dahulu, tapi seberapa kenal kita dengan Tuhan? 5cm? 1kg? 10 hari? 17 kandela? 5 mach? tidak perlu banyak ukuran dimensi yang kita gunakan, cukup dengan 1 hati saja, maka kita dapat mengenal Tuhan.

Bagi yang pernah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapakah Tuhan? tidak perlu dijawab, tapi yang pasti semua mengenal-Nya kan? yah, sebelum kita menemukan Tuhan, kita perlu mengenalnya terlebih dahulu, tapi seberapa kenal kita dengan Tuhan? 5cm? 1kg? 10 hari? 17 kandela? 5 mach? tidak perlu banyak ukuran dimensi yang kita gunakan, cukup dengan 1 hati saja, maka kita dapat mengenal Tuhan.</p>
<p><span id="more-171"></span><br />
Bagi yang pernah membaca <a href="http://blog.cybermogi.net/2008/10/tantangan-yang-bernama-hidup/">blog saya sebelumnya</a>, mungkin pernah tahu kalau saya pernah berbuat bodoh. itu semua karena saya tidak mengenal Tuhan secara baik waktu itu, saya hanya sekedar tahu Tuhan dan merasa mengenal-Nya, namun masih sebatas pengukuran-pengukuran saja.</p>
<p>Selepas dari perbuatan itu, saya banyak belajar, terutama dari para sahabat dan saudara-saudara saya, yang telah lebih dulu mengenal Tuhan, (terima kasih mas Bee, Panie, Lonely, Fitrie, Pur, dan semua yang telah membantu saya waktu itu, terutama Ca, yang sudah menemaniku sampe detik ini walaupun kita terpisah sementara ini), saya belajar bahwa Tuhan selalu berada di dekat kita, di sekeliling kita, dan terutama di dalam hati kita. Pernah suatu ketika seorang sahabat menceritakan, </p>
<p>Tuhan ingin menguji para manusia ciptaan-Nya, maka Dia mengumpulkan para malaikat, Beliau bertanya, &#8220;Aku ingin menguji manusia, dimanakah Aku harus bersembunyi agar manusia tidak dapat menemukanku?&#8221;.<br />
Malaikat termuda menjawab, &#8220;di dasar lautan&#8221;.<br />
Malaikat lain menyahut, &#8220;di puncak gunung tertinggi&#8221;.<br />
&#8220;di dalam hutan&#8221;, sahut malaikat yang lain.<br />
Akhirnya, malaikat yang paling tua yang juga malaikat paling bijaksana menjawab &#8220;di dalam hati manusia&#8221;<br />
Tuhan bertanya, &#8220;Kenapa?&#8221;<br />
&#8220;Karena itu adalah tempat yang tidak pernah dilihat oleh manusia dan tempat yang paling jarang mereka kunjungi.&#8221;</p>
<p>Ya, memang kita sebagai manusia terkadang sangat jarang mengunjungi hati kita sendiri, bagi kita, hati adalah sebuah tempat kecil yang tidak dimuati apapun, namun, di hatilah kita dapat menemukan jawaban semua persoalan hidup yang kita hadapi. Dan dengan hati pula kita dapat mengenal Tuhan dengan lebih baik. Kenalilah Tuhan dengan hati, Beliau memang tidak dapat kita lihat, seperti udara ini, tidak dapat kita sentuh, tidak dapat kita kecap, tapi dapat kita rasakan, hati memang bukan panca indera, namun dapat kita gunakan untuk merasakan kehadiran Beliau, betapa dekatnya kita dengan Beliau. </p>
<p>Kemudian seorang sahabat pernah bertanya, &#8220;kalau kita sangat dekat dengan Beliau, kenapa kita diberikan penderitaan, diberikan penyakit, dan diberikan kesengsaraan?&#8221;. Ya, memang kita tahu segala sesuatu berasal dari-Nya, dan akan kembali pada-Nya, namun pernahkah kita berpikir, bahwasanya penyakit, penderitaan dan kesengsaraan itu berasal dari mana? mungkin pernah kita menyimak cerita ini,</p>
<p>Tersebutlah di sebuah sekolah dasar, seorang guru Ilmu Pengetahuan Alam sedang mengajar murid-muridnya. Guru tersebut juga mengajar tentang Agama, dan menyatakan kepada murid-muridnya, &#8220;Semua yang ada di dunia ini berasal dari Tuhan, termasuk penyakit dan kesengsaraan&#8221;.<br />
Kemudian seorang murid bertanya, &#8220;Pak, apakah cahaya itu ada?&#8221;<br />
Guru tersebut menjawab, &#8220;jelas ada, kalau tidak bagaimana kita bisa melihat&#8221;<br />
Murid tersebut bertanya kembali, &#8220;Pak, apakah panas itu ada?&#8221;<br />
Guru tersebut menjawab dengan cepat, &#8220;Jelas ada, panas itu adalah energi dan tidak bisa dimusnahkan.&#8221;, guru tersebut tersenyum bangga karena dapat menjawab dengan tepat.<br />
Kemudian murid tersebut kembali berkata, &#8220;kalau begitu, kenapa kita mengenal gelap dan dingin? gelap adalah keadaan dimana tidak terdapat cahaya yang melewati, dan dingin adalah keadaan dimana tidak terdapat panas. Sama halnya dengan penyakit dan kesengsaraan, itu hanyalah keadaan dimana kita tidak merasakan Tuhan dalam hati kita.&#8221;<br />
Dan semua orang tahu murid itu adalah Albert Einstein, jenius yang pernah ada di dunia. (cerita ini diadaptasi dari berbagai sumber dan diceritakan kembali).</p>
<p>Memang benar yang dikatakan tersebut, jadi semua penderitaan yang kita rasakan, penyakit yang kita alami, kesengsaraan yang terjadi bukanlah benar-benar berasal dari Tuhan, namun sebenarnya berasal dari kita sendiri, kitalah yang menyebabkan semua yang kita rasakan, jika kita tidak merasakan dengan hati bahwa Tuhan hadir di sekitar kita, maka kita akan merasakan penderitaan, seringkali kita lupa akan Tuhan jika kita berada dalam keadaan senang, dan &#8216;kelupaan&#8217; kita ini juga yang membuat kita merasakan penderitaan. Jadi penderitaan, penyakit dan kesengsaraan adalah cara alami untuk mengingatkan kita akan kehadiran-Nya di setiap saat, mengingatkan kembali kita untuk merasakan-Nya, mengingatkan kembali bahwa kita masih memiliki hati untuk dapat merasakan-Nya.</p>
<p>Pendekatan matematis yang dapat kita lakukan untuk hal ini adalah membagi hidup ini dalam sebuah diagram kartesius dua area, yaitu positif dan negatif, atas dan bawah, atau tinggi dan rendah. Jika x adalah titik dimana kita merasakan panas, maka nilainya adalah positif, atas atau tinggi. Namun, jika kita merasakan dingin, maka itu adalah keadaan x dengan nilai yang negatif, bawah atau rendah. Sama halnya dengan hati kita, jika hati kita merasakan kehadiran-Nya, maka nilainya akan positif, atas atau tinggi, ini yang membuat kita merasakan keindahan hidup, namun jangan sampai kita lengah dan terlena, kita harus tetap mengingat Beliau, untuk menjaga nilai x berada tetap di atas.</p>
<p>[Posted in : <a href="http://sahabathati.co.nr">http://sahabathati.co.nr</a> atau <a href="http://sahabathati.wordpress.com">http://sahabathati.wordpress.com</a>]<br />
[also posted in http://cybermogi.net]<br />
[taken from : various resource book and articles on internet]<br />
[my room]<br />
[at 08.00am - Feb. 4th, 2009]</p>
            <script type="text/javascript">  linkscolor = "000000";  highlightscolor = "888888";  backgroundcolor = "FFFFFF";  channel = "none";   </script><script type="text/javascript" src="http://www.addmarx.com/dynamicbookmark_compressed.php"></script><span><a onClick="clickDynamic1(this); return false;" href="http://www.addmarx.com"><img style="padding:0px; margin:0px" src="http://blog.cybermogi.net/wp-content/plugins/addmarx/sharebookmarx.png" border="0"></a></span><span style="position:absolute; z-index:1000001; margin-top:24px; margin-left:-127px; visibility:hidden;"><iframe id="addmarx_empty" scrolling="no" frameborder="0"></iframe></span><!-- Please place the above code into your site where you want to have a bookmark/share/publicize link. Please do not change any of the code aside from the link text or image, or else the code may not work properly.  -->                  ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.cybermogi.net/2009/02/mengenal-tuhan-sebelum-kita-menemukan-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
